Kalkulator lembur

Kalkulator lembur membandingkan jam kerja normal Anda dengan jam yang benar-benar Anda kerjakan. Hasilnya menunjukkan jumlah jam lembur; jika Anda memasukkan upah per jam dan persentase tambahan, upah lembur kotor juga dihitung.

jam
Untuk bulanan: misalnya 173,33 jam untuk 40 jam per minggu (40 × 52 ÷ 12)
jam
Rp
Masukkan 0 jika hanya ingin melihat jumlah jam
%
Masukkan persentase tambahan yang berlaku untuk Anda, misalnya 50% (0 = upah per jam biasa)
Input Anda hanya disimpan di browser ini.

Hasil

Jam lembur
+5 jam
Persentase dari jam kerja normal
12,5%
Jam lembur dengan upah biasa
Rp 150.000
Nilai tambahan
Rp 75.000
Upah lembur kotor
Rp 225.000
Rincian
JamTambahanJumlah
550%Rp 225.000

Cara menghitung

Cara menghitung jam lembur

Jam lembur = jam kerja sebenarnya − jam kerja normal. Jika jam kerja normal Anda 40 jam per minggu dan Anda bekerja 45 jam, Anda lembur 5 jam – 12,5% di atas jam kerja normal. Jika hasilnya minus, Anda bekerja lebih sedikit dari rencana.

Untuk perhitungan bulanan, jam kerja normal dihitung sebagai jam per minggu × 52 ÷ 12: untuk 40 jam per minggu menjadi 173,33 jam per bulan. Jika Anda tahu jam kerja bulanan sendiri, masukkan angka itu.

Rumus upah lembur

Upah lembur = jam lembur × upah per jam × (1 + persentase tambahan)

Contoh: 5 jam × Rp30.000 × 1,5 (tambahan 50%) = Rp225.000 kotor; Rp150.000 di antaranya upah biasa, Rp75.000 tambahannya. Dengan tambahan 100%: 5 × Rp30.000 × 2 = Rp300.000.

Persentase tambahan berapa yang harus dimasukkan?

Besarnya tambahan ditentukan oleh peraturan yang berlaku bagi Anda, perjanjian kerja, atau peraturan perusahaan, dan bisa berbeda menurut jam ke berapa, hari kerja, atau hari libur. Kalkulator ini tidak menentukan tarif mana yang berlaku dalam situasi tertentu; masukkan tarif yang berlaku untuk jam lembur Anda. Jika ragu, tanyakan ke bagian HRD atau sumber resmi.

Cara mencari upah per jam

Bagi gaji bulanan kotor dengan jumlah jam kerja per bulan. Misalnya Rp5.000.000 dan 173,33 jam menghasilkan sekitar Rp28.847 per jam. Komponen mana yang dihitung sebagai dasar upah lembur tergantung aturan yang berlaku bagi Anda. Kalkulator memakai upah per jam yang Anda masukkan.

Yang tidak dihitung

Semua jumlah adalah kotor: pajak dan iuran BPJS tidak dipotong. Waktu istirahat pengganti lembur dan batas maksimal jam lembur juga tidak dihitung.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menghitung uang lembur?

Kurangi jam kerja sebenarnya dengan jam kerja normal: 45 − 40 = 5 jam lembur. Lalu kalikan dengan upah per jam dan tambahkan persentase tambahannya.

Apa rumus menghitung upah lembur?

Jam lembur × upah per jam × (1 + persentase tambahan). Dengan tambahan 50%: 5 jam × Rp30.000 × 1,5 = Rp225.000 kotor.

Bagaimana cara menghitung upah per jam dari gaji bulanan?

Bagi gaji bulanan dengan jam kerja per bulan. Untuk Rp5.000.000 dan 173,33 jam, hasilnya sekitar Rp28.847 per jam.

Apakah hasilnya gaji bersih?

Tidak, jumlahnya kotor. Potongan pajak dan BPJS tergantung situasi pribadi Anda.

Bisakah menghitung lembur per bulan?

Bisa. Pilih “Bulan”, lalu masukkan jam kerja normal per bulan dan jam yang Anda kerjakan di bulan itu.

Bagaimana menghitung lembur dengan tambahan 100%?

Masukkan 100 sebagai persentase tambahan. Upah per jam menjadi dua kali lipat: 5 jam × Rp30.000 × 2 = Rp300.000 kotor.

Sumber dan dasar hukum

Diperbarui:

Alat terkait