Kalkulator bilangan oksidasi (biloks)

Kalkulator ini mencari bilangan oksidasi (biloks) dari rumus kimia dan muatannya: KMnO4 menghasilkan Mn +7, SO3 bermuatan −2 menghasilkan S +4. Aturan untuk H, O, F, dan logam alkali diterapkan satu per satu, lalu unsur terakhir dihitung dari aturan bahwa jumlah biloks sama dengan muatan.

Sumber: OpenStax Chemistry 2e, 4.2 Classifying Chemical Reactions – guidelines for assigning oxidation numbers (element 0, monatomic ion = charge, H +1/−1, O −2/−1/−½, F −1, other halogens −1 except with O or other halogens, sum = charge); Example 4.5 H₂S, SO₃²⁻, Na₂SO₄; KNO₃, AlH₃, NH₄⁺, H₂PO₄⁻ (read 10.10.2026). Diperbarui: .

Tulis lambang unsur dengan huruf besar-kecil yang benar; tanda kurung boleh dipakai.
0 untuk senyawa netral, −2 untuk SO₄²⁻, 1 untuk NH₄⁺.
Hanya jika dua unsur masih terbuka, misalnya Cu dalam CuSO4.
Hanya dipakai bersama unsur yang diketahui.
Kotak Alat SayaInput Anda hanya disimpan di browser ini.

Hasil

Bilangan oksidasi
Biloks Mn dalam KMnO₄: +7
Semua unsur
UnsurJumlah atomBiloksAturan
K1+1Logam golongan 1: +1
Mn1+7Dari jumlah (jumlah = muatan)
O4−2Oksigen umumnya −2
Dihitung dengan aturan OpenStax; unsur terakhir yang tersisa diperoleh dari aturan jumlah.

Cara menghitung

Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam molekul atau ion sama dengan muatannya. Buku OpenStax Chemistry mendefinisikan bilangan oksidasi sebagai muatan yang dimiliki atom seandainya senyawanya ionik, dengan empat aturan: unsur bebas biloksnya 0; ion monoatom biloksnya sama dengan muatannya; hidrogen +1 bila berikatan dengan nonlogam dan −1 dengan logam, oksigen −2 pada kebanyakan senyawa, fluorin selalu −1; dan jumlahnya sama dengan muatan. Kalkulator mengisi nilai yang sudah pasti lalu menghitung unsur yang tersisa.

Contoh soal

RumusUnsurBiloks
H₂SS−2
SO₃²⁻S+4
Na₂SO₄S+6
KNO₃N+5
AlH₃Al+3
NH₄⁺N−3
H₂PO₄⁻P+5
KMnO₄Mn+7
H₂O₂O−1
Fe₃O₄Fe+8/3

Tujuh contoh pertama berasal dari OpenStax. Pada SO₃²⁻ aturan jumlahnya −2 = 3 × (−2) + x, jadi x = +4. Pada KMnO₄ kalium (golongan 1) bernilai +1 dan oksigen −2: +1 + x + 4 × (−2) = 0 menghasilkan x = +7.

Urutan aturan

Jika masih ada dua unsur, seperti pada CuSO₄, aturan saja tidak cukup: isi satu nilai (Cu +2 menghasilkan S +6) atau hitung ion SO₄ bermuatan −2. Bilangan pecahan seperti +8/3 adalah rata-rata beberapa atom. Lambang unsur ada di tabel periodik; massa senyawa dihitung dengan kalkulator massa molar.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi?

Beri unsur yang sudah pasti nilainya (H +1, O −2, F −1, logam golongan 1 +1, golongan 2 +2), lalu pakai aturan jumlah = muatan. Pada H₂SO₄: 2 × (+1) + x + 4 × (−2) = 0, jadi biloks S = +6.

Berapa biloks Mn dalam KMnO₄?

+7: kalium +1, empat oksigen −8, sehingga Mn harus +7 agar jumlahnya 0. Pada ion permanganat MnO₄⁻ (muatan −1) Mn juga +7.

Mengapa biloks oksigen −1 pada H₂O₂?

Hidrogen bernilai +1 dengan nonlogam oksigen, sehingga dua oksigen harus berjumlah −2, yaitu −1 masing-masing. OpenStax menyebut senyawa ini peroksida.

Apakah biloks bisa pecahan?

Bisa, sebagai rata-rata. Pada Fe₃O₄ ketiga atom besi berjumlah +8, jadi rata-rata +8/3; OpenStax juga menyebut −½ untuk oksigen pada superoksida seperti KO₂.

Mengapa muncul “tidak tunggal”?

Jika tersisa dua unsur tanpa aturan tetap, seperti Cu dan S pada CuSO₄, aturan jumlah saja tidak bisa memisahkannya. Isi satu nilai yang diketahui atau pecah senyawa menjadi ion-ionnya.

Apa beda muatan dan bilangan oksidasi?

OpenStax menulis muatan dengan angka di depan (2+) dan bilangan oksidasi dengan tanda di depan (+2) agar keduanya tidak tertukar.

Sumber dan dasar hukum

Diperbarui: · Kebijakan editorial

Alat terkait