Kalkulator A/B test

Masukkan jumlah pengunjung dan konversi untuk varian A dan B. Kalkulator A/B test ini memberi tahu apakah selisihnya signifikan secara statistik, menampilkan uplift dan interval kepercayaannya, serta menghitung berapa pengunjung per varian yang dibutuhkan agar hasil uji bisa dipercaya.

Sumber: NIST/SEMATECH e-Handbook of Statistical Methods, 7.3.3: comparing two proportions (pooled z-test). Diperbarui: .

Kotak Alat SayaInput Anda hanya disimpan di browser ini.

Hasil

Hasil
Signifikan pada 95%: B berkonversi lebih baik daripada A (p = 0,0171).
Conversion rate A
2%
Conversion rate B
2,5%
Uplift B dibanding A
25%
p-value (dua sisi)
p = 0,0171 · z = 2,38
Interval kepercayaan selisih
+0,09 sampai +0,91 poin persentase (95%)
Pengunjung yang dibutuhkan per varian (power 80%)
13.809
Ini hanya perkiraan statistik. Jangan hentikan uji begitu p turun di bawah 5% – tentukan ukuran sampel sejak awal.

Cara menghitung

A/B test (uji A/B) adalah cara membandingkan dua versi – misalnya dua judul iklan, dua foto produk, atau dua halaman checkout – dengan membagi pengunjung secara acak ke versi A dan B, lalu melihat versi mana yang konversinya lebih tinggi. Kalkulator ini menjawab pertanyaan berikutnya: apakah selisihnya nyata, atau hanya kebetulan?

Cara menghitung signifikansi

Kalkulator memakai uji z dua proporsi (NIST/SEMATECH e-Handbook): rate pA = konversi ÷ pengunjung, proporsi gabungan p = (cA + cB) ÷ (nA + nB), dan z = (pB − pA) ÷ √(p(1 − p)(1/nA + 1/nB)). p-value dua sisi adalah peluang melihat selisih sebesar itu atau lebih besar jika sebenarnya tidak ada efek apa pun.

Contoh

PengunjungKonversiRate
A10.0002002,00%
B10.0002502,50%

Uplift 25%, z = 2,38, p = 0,0171: signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Dengan kepercayaan 95%, selisih sebenarnya ada di antara +0,09 dan +0,91 poin persentase.

Ukuran sampel A/B test

n per varian = (z1−α/2·√(2p̄(1 − p̄)) + z1−β·√(pA(1 − pA) + pB(1 − pB)))² ÷ (pB − pA)². Untuk membedakan 2,0% dan 2,5% pada kepercayaan 95% dan power 80%, dibutuhkan sekitar 13.800 pengunjung per varian; untuk 2,0% dan 2,2% sekitar 80.700. Toko online kecil dengan 300 pengunjung sehari butuh sekitar tiga bulan (27.600 pengunjung) hanya untuk contoh pertama – karena itu uji kecil sebaiknya menguji perubahan besar, bukan warna tombol.

Uji A/B di iklan dan marketplace

Fitur “uji A/B” di Meta Ads (Facebook dan Instagram) membagi audiens dan menampilkan pemenang secara otomatis. Kalkulator ini berguna untuk memeriksa ulang hasilnya, atau untuk uji yang Anda jalankan sendiri: dua versi landing page, dua foto utama produk di toko online, atau dua isi broadcast WhatsApp dengan tautan berbeda. Yang penting, kedua varian berjalan pada periode yang sama dan pengunjungnya dibagi secara acak.

Kesalahan yang sering terjadi

Untuk menghitung satu rasio saja, pakai kalkulator conversion rate; untuk uji statistik lain ada menghitung p-value.

Pertanyaan umum

A/B testing adalah apa?

Uji yang membandingkan dua versi (A dan B) dengan membagi pengunjung secara acak, lalu mengukur versi mana yang menghasilkan lebih banyak konversi – pembelian, pendaftaran, atau klik.

Bagaimana tahu hasil A/B test signifikan?

Jika p-value di bawah ambang yang Anda pilih, biasanya 0,05 (kepercayaan 95%). Artinya selisih sebesar itu kecil kemungkinannya terjadi karena kebetulan.

Berapa lama A/B test sebaiknya berjalan?

Sampai setiap varian mencapai ukuran sampel yang dihitung di awal, dan minimal satu minggu penuh agar perbedaan hari kerja dan akhir pekan ikut terhitung.

Berapa ukuran sampel yang dibutuhkan untuk A/B test?

Tergantung conversion rate awal dan uplift yang ingin dideteksi. Untuk 2,0% → 2,5% pada kepercayaan 95% dan power 80%, sekitar 13.800 pengunjung per varian.

Apa itu power statistik?

Peluang mendeteksi efek yang memang ada. Target yang lazim adalah 80%, dan angka itu yang dipakai di sini untuk menghitung ukuran sampel.

Sumber dan dasar hukum

Diperbarui: · Kebijakan editorial

Alat terkait