Stroop test: pilih warna tulisan, bukan katanya

Stroop test ini bisa Anda coba berkali-kali langsung di browser. Kata seperti “Merah” atau “Biru” muncul dengan warna tinta yang lain: pilih warna tulisannya, bukan kata yang terbaca. Di akhir tampil jumlah jawaban benar, rata-rata waktu reaksi saat kata dan warna sama maupun berbeda, serta selisih keduanya – itulah efek Stroop.

Sumber: Stroop, J. R. (1935). Studies of interference in serial verbal reactions. Journal of Experimental Psychology, 18(6), 643–662. Diperbarui: .

Tekan “Mulai” untuk memulai

Pilih jenis dan jumlah soal, lalu tekan “Mulai”.

Di komputer Anda juga bisa menjawab dengan tombol 1 (Merah), 2 (Biru), 3 (Hijau), dan 4 (Kuning). Hasil tidak dikirim atau disimpan ke mana pun.

Kotak Alat Saya

Hasil

Cara menghitung

Cara mengerjakan stroop test

  1. Pilih jenis soal (setengah sama setengah beda, hanya beda, atau hanya sama) dan jumlah soal (12, 20, atau 30), lalu tekan “Mulai”.
  2. Di layar muncul kata “Merah”, “Biru”, “Hijau”, atau “Kuning” dalam salah satu dari empat warna. Tekan tombol warna tintanya, bukan arti katanya. Contoh: kata “Merah” yang ditulis biru dijawab “Biru”.
  3. Waktu sampai Anda menekan tombol diukur dalam milidetik, lalu soal berikutnya langsung muncul. Di komputer, tombol angka 1–4 juga bisa dipakai.
  4. Di akhir tampil jumlah jawaban benar, rata-rata waktu reaksi pada soal sama (warna = kata) dan soal beda, serta selisihnya. Rata-rata hanya dihitung dari jawaban yang benar.

Efek Stroop: apa yang diukur?

Jika nama warna ditulis dengan warna lain, menyebut warna tintanya menjadi lebih sulit: butuh waktu lebih lama, dan kadang yang terucap justru kata yang terbaca. Gejala ini dilaporkan psikolog Amerika J. R. Stroop pada 1935. Bagi orang yang sudah lancar membaca, membaca berjalan hampir otomatis dan bertabrakan dengan perintah “sebut warnanya”. Karena itu tes ini dikaitkan dengan kemampuan mengarahkan perhatian dan menahan respons otomatis.

KataWarna tintaJenisJawaban benar
Merahmerahsama (kongruen)Merah
Biruhijaubeda (inkongruen)Hijau
Hijaukuningbeda (inkongruen)Kuning

Membaca hasilnya

Di sini efek Stroop = rata-rata soal beda − rata-rata soal sama (dalam milidetik). Misalnya rata-rata soal sama 650 ms dan soal beda 780 ms, maka efek Stroop +130 ms. Nilai positif – soal beda lebih lambat – memang hasil yang diharapkan; dengan latihan, selisihnya bisa mengecil.

Kecepatan reaksi murni bisa diukur dengan tes refleks, ingatan jangka pendek dengan tes daya ingat.

Pertanyaan umum

Apa itu stroop test?

Tes perhatian di mana nama warna ditulis dengan warna lain dan yang harus disebut adalah warna tulisannya. Tes ini berdasar pada efek Stroop yang dijelaskan J. R. Stroop pada 1935.

Apa yang diukur oleh tes Stroop?

Kemampuan menahan reaksi membaca yang otomatis dan mengarahkan perhatian ke warna. Di alat ini hal itu terlihat sebagai selisih waktu reaksi antara soal beda dan soal sama; bukan untuk diagnosis.

Bagaimana menghitung efek Stroop?

Rata-rata waktu soal beda dikurangi rata-rata soal sama. 780 ms − 650 ms = +130 ms. Hanya jawaban benar yang masuk ke rata-rata.

Kenapa saya lebih lambat pada soal yang beda?

Membaca terjadi hampir dengan sendirinya dan bertabrakan dengan perintah menyebut warna. Jeda singkat pada soal beda itu wajar.

Bisa dipakai di HP?

Bisa. Ketuk salah satu dari empat tombol warna. Di komputer, tombol 1–4 juga berfungsi.

Apakah hasil saya disimpan?

Tidak. Semuanya dihitung di browser dan tidak dikirim ke mana pun. Hanya jenis dan jumlah soal yang tersimpan di alamat halaman, sehingga pengaturan yang sama bisa dibagikan.

Sumber dan dasar hukum

Diperbarui: · Kebijakan editorial

Alat terkait