Cara menghitung KDB, KLB, dan KDH bangunan

Cara menghitung KDB cukup satu pembagian: luas lantai dasar ÷ luas lahan × 100 %. Kalkulator ini menghitung KDB, KLB, dan KDH sekaligus dari ukuran rencana rumah Anda, lalu membandingkannya dengan batas di KRK atau RDTR daerah Anda: berapa m² lantai dasar dan total lantai yang masih boleh dibangun, berapa RTH minimal, dan kira-kira berapa lantai.

Contoh: Luas lahan (kaveling) 120 m² · Luas lantai dasar 72 m² · Luas total semua lantai 132 m² · KDB maksimum 60 % · KLB maksimum (dalam %) 120 % · Luas ruang terbuka hijau (RTH) 40 m² · KDH minimum 30 % → KDB, KLB, dan KDH: KDB 60% · KLB 1,1 · KDH 33,3%. Sumber: KDB, KDH, KLB, dan KTB: angka persentase perbandingan luas lantai dasar, ruang terbuka hijau, seluruh lantai, dan tapak basemen terhadap luas lahan sesuai KRK, PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Bangunan Gedung, Pasal 1 angka 12–15 (dicek 7 Oktober 2026). Diperbarui: .

m²
m²
Luas tapak bangunan di tanah, biasanya luas lantai 1 termasuk garasi beratap.
m²
Jumlah luas lantai 1, lantai 2, dan seterusnya.
%
Tercantum di KRK/KKPR atau RDTR, misalnya 60 %.
%
KLB 1,2 diisi 120, KLB 2 diisi 200.
m²
Taman, halaman berumput, atau tanah resapan – bukan carport yang dicor.
%
Tercantum di KRK/KKPR atau RDTR, misalnya 30 %. Isi 0 bila tidak ada.
Kotak Alat SayaInput Anda hanya disimpan di browser ini.

Hasil

KDB, KLB, dan KDH
KDB 60% · KLB 1,1 · KDH 33,3%
Batas KDB
KDB maks. 60% → lantai dasar maks. 72 m²: OK (sisa 0 m²)
Batas KLB
KLB maks. 1,2 (120%) → total lantai maks. 144 m²: OK (sisa 12 m²)
Rincian perhitungan
KomponenNilai
KDB rencana60%
KLB rencana1,1 (110%)
KDH rencana33,3%
Luas lantai dasar maksimum72 m²
Luas total lantai maksimum144 m²
Luas RTH minimum36 m²
Perkiraan jumlah lantai (KLB ÷ KDB)2

Cara menghitung

KDB = luas lantai dasar ÷ luas lahan × 100 %. KLB = luas total lantai ÷ luas lahan. KDH = luas RTH ÷ luas lahan × 100 %. Ketiga angka ini didefinisikan dalam PP 16/2021 tentang bangunan gedung, dan batasnya untuk kaveling Anda tercantum di KRK/KKPR atau RDTR daerah. Kalkulator di atas menghitung ketiganya sekaligus.

KDB adalah apa?

KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah persentase luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan. KDB 60 % artinya paling banyak 60 % tanah boleh tertutup bangunan; sisanya untuk halaman, carport terbuka, dan RTH. Yang dihitung adalah tapak bangunan di tanah – biasanya luas lantai 1, bukan luas semua lantai.

Cara menghitung KDB, KLB, dan KDH: contoh rumah 120 m²

Lahan 120 m² (misalnya 8 × 15 m), lantai 1 seluas 72 m², lantai 2 seluas 60 m², dan taman 40 m²:

Kalau KRK menetapkan KDB maks. 60 %, KLB maks. 1,2, dan KDH min. 30 %, maka lantai dasar boleh sampai 120 × 60 % = 72 m², total lantai sampai 120 × 1,2 = 144 m² (masih sisa 12 m²), dan RTH minimal 120 × 30 % = 36 m². Rencana di atas memenuhi ketiganya. Kalau lantai dasar dibuat 80 m², kalkulator menampilkan “melebihi batas 8 m²”.

KLB dan jumlah lantai

KLB (Koefisien Lantai Bangunan) membatasi luas semua lantai. KLB biasanya ditulis sebagai angka seperti 1,2 atau 2, tetapi PP 16/2021 menyebutnya angka persentase – keduanya sama: KLB 1,2 = 120 %. Di kalkulator, isi KLB dalam persen. Pembagian KLB ÷ KDB memberi perkiraan jumlah lantai kalau semua lantai seluas lantai dasar: KLB 1,2 dengan KDB 60 % berarti 2 lantai. Pada lahan 200 m² dengan KDB 50 % dan KLB 1,5, lantai dasar maks. 100 m², total lantai maks. 300 m², jadi sekitar 3 lantai. Batas ketinggian bangunan dari daerah tetap berlaku di samping KLB.

KDH adalah apa?

KDH (Koefisien Daerah Hijau) adalah persentase ruang terbuka hijau di luar bangunan – taman, halaman berumput, area resapan – terhadap luas lahan. Paving block, carport cor, dan teras beratap umumnya tidak dihitung sebagai RTH. Karena lantai dasar dan RTH berbagi tanah yang sama, KDB + KDH tidak bisa lebih dari 100 %.

Di mana mencari batas KDB, KLB, dan KDH?

Batasnya berbeda per zona dan per daerah. Lihat KRK (Keterangan Rencana Kota) atau KKPR kaveling Anda, peta RDTR pemerintah daerah, atau tanyakan ke dinas tata ruang dan perizinan. Angka ini juga diperiksa saat mengajukan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Ketentuan lain seperti GSB (garis sempadan bangunan), KTB (koefisien tapak basemen), dan ketinggian maksimum tidak dihitung di sini.

Alat terkait

Untuk menghitung luas ruangan atau kaveling, pakai menghitung meter persegi; untuk mengubah m² ke are atau hektar, pakai m² ke hektar. Luas penutup atap ada di menghitung luas atap, dan cicilan rumah di simulasi KPR.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menghitung KDB?

Luas lantai dasar ÷ luas lahan × 100 %. Lantai dasar 72 m² di lahan 120 m² memberi KDB 60 %.

Bagaimana cara menghitung KLB?

Luas total semua lantai ÷ luas lahan. Lantai 1 seluas 72 m² dan lantai 2 seluas 60 m² di lahan 120 m² memberi KLB 1,1 (110 %).

KDB 60 % artinya apa?

Paling banyak 60 % luas lahan boleh tertutup bangunan. Di lahan 120 m², lantai dasar maksimal 72 m².

Berapa lantai yang boleh dibangun?

Perkiraan kasarnya KLB ÷ KDB. KLB 1,2 dengan KDB 60 % memberi 2 lantai seluas lantai dasar. Batas ketinggian daerah tetap berlaku.

Apa beda KDB, KLB, KDH, dan GSB?

KDB membatasi luas tapak bangunan, KLB luas semua lantai, KDH luas minimum ruang hijau, dan GSB jarak minimum bangunan dari jalan atau batas lahan.

Sumber dan dasar hukum

Diperbarui: · Kebijakan editorial

Alat terkait